Wakili Dandim 0403/OKU, Danramil 403-12/Baturaja Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

oleh -173 Dilihat
Listen to this article

OKU – Mewakili Dandim, Danramil 403-12/Baturaja Mayor Inf Surasa menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, bertempat di lapangan upacara kantor pusat Pemerintahan Daerah OKU, Jl. A. Yani KM 7 Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Senin (01/06/2026).

Wakil Bupati OKU Ir. H. Marjito Bachri selaku Inspektur Upacara (Irup) membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia. Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untu memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila adalah “Bintang Penuntun” yang
telah membuktikan ketangguhannya. Ditengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsiteknologi hingga dinamika geopolitik.

Indonesia bukan hanya penonton dalam
kancah dunia. Sesuai amanat pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Undonesia tahun 1945, kita memiliki tanggung
jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebasaktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, kita terus
menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi
pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB),peran kita dalam mediasi konflik
regional, serta konsistensi kita dalam
menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa
terjajah adalah pengejawantahan dari sila
kedua: kemanusiaan yang adil dan beradab.
Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian
bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan
hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Indonesia raya bukanlah mimpi kosong.
Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi
tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh
karena itu,saya mengajak seluruh elemen
bangsa, terutama generasi muda sebagai
penjaga masa depan, untuk menjadikan
Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living
ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini
hanya menjadi hiasan didinding kantor atau
teks di buku sejarah.

Kepada para menteri dan kepala daerah, saya
titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan
setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapatmerusak harmonisasi kebangsaan kita.

Mari kita teguhkan kembali komitmen
kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada
dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar
yang menjunjung tinggi religiusitas dengan
semangat persatuan dan kuat karena nilai-
nilai kemanusiaannya. Selama darah
Indonesia masih mengalir di tubuh kita,
Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap
denyut nadi seluruh anak bangsa di republik
yang kita cintai.(Pendim_OKU)

No More Posts Available.

No more pages to load.