Tim Penyuluh Karhutla TNI Kodim 0403/OKU Edukasi Masyarakat Desa Harjo Mulyo tentang Bahaya Pembakaran Lahan

oleh -21 Dilihat

OKU Timur – Tim Penyuluh Karhutla TNI Wilayah Kodim 0403/OKU terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Harjo Mulyo, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kolonel Pom Binsar Simorangkir (AU) selaku Ketua Tim Penyuluh Karhutla TNI Wilayah Kodim 0403/OKU. Dalam pelaksanaannya, Kolonel Pom Binsar Simorangkir didampingi Kolonel Tum Yusrizal (AU), Kolonel Laut (P) Bayu (AL), Kolonel Laut (P) Nur Mastur (AL), Letkol Laut (P) Provid (AL), Mayor Cke Aris (Mabesad), Kapten Arm Antoni Ruskai (Dim OKU), Kapten Caj Basuki (Dam II/Swj), dan Kapten Cpl Triyono (Dam II/Swj). Tim didukung dengan dua unit kendaraan dalam melaksanakan rangkaian kegiatan di wilayah Kabupaten OKU Timur.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIB dengan briefing yang dipimpin oleh Kol Pom Binsar Simorangkir. Briefing tersebut dilaksanakan untuk memberikan arahan kepada seluruh personel sekaligus mempersiapkan pelaksanaan kegiatan sosialisasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah OKU Timur Tahun 2026.

Tim Penyuluh tiba di desa tersebut dan disambut oleh Kepala Desa Harjo Mulyo, Rusdianto, bersama perangkat desa serta Babinsa. Kehadiran Tim Penyuluh mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluh memberikan pemahaman mengenai bahaya serta dampak yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Ketua Tim Penyuluh Karhutla TNI Wilayah Kodim 0403/OKU, Kolonel Pom Binsar Simorangkir, menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama, khususnya dari masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan, terlebih apabila kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat,” ujar Kolonel Pom Binsar Simorangkir.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan koordinasi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa dan masyarakat. Dengan kepedulian bersama, potensi terjadinya Karhutla dapat ditekan sedini mungkin.

Selain menyampaikan materi sosialisasi, Tim Penyuluh juga membuka sesi tanya jawab. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kondisi yang berkaitan dengan pembukaan lahan. Tim kemudian memberikan penjelasan serta mengingatkan masyarakat agar menghindari penggunaan api dalam kegiatan pengelolaan lahan.

Selanjutnya, Penyuluh bersama Kepala Desa Harjo Mulyo, perangkat desa dan masyarakat melaksanakan peninjauan terhadap lokasi bekas kebakaran lahan. Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari kegiatan edukasi untuk memberikan gambaran secara langsung kepada masyarakat mengenai dampak yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran lahan.

Melalui kegiatan tersebut, Tim Penyuluh berharap masyarakat semakin memahami bahwa Karhutla dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kualitas udara, kesehatan, lingkungan hingga terganggunya aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian Karhutla kepada aparat terkait.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, Babinsa dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara optimal, khususnya di wilayah Kabupaten OKU Timur. (Pendim-OKU)

No More Posts Available.

No more pages to load.