Tim Penyuluh Karhutla TNI di Wilayah Kodim 0403/OKU Edukasi Masyarakat Desa Sepancar Tentang Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

oleh -56 Dilihat

OKU – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Tim Penyuluh Karhutla TNI Wilayah Kodim 0403/OKU melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan penanggulangan Karhutla di Desa Sepancar, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan penyuluhan tersebut dipimpin oleh Kolonel Pom Binsar Simorangkir selaku Ketua Tim Penyuluh Karhutla TNI Wilayah Kodim 0403/OKU. Tim yang berjumlah 10 personel tersebut terdiri dari unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta personel pendukung dari Kodam II/Sriwijaya dan Kodim 0403/OKU.

Tim Penyuluh Karhutla TNI yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari Kolonel Pom Binsar Simorangkir (AU), Kolonel Tum Yusrizal (AU), Kolonel Laut (P) Bayu (AL), Kolonel Laut (P) Nur Mastur (AL), Letkol Laut (P) Provid (AL), Mayor Cke Aris (Mabesad), Mayor Arm Evendi Tampubolon (Kodim 0403/OKU), Kapten Arm Antoni Ruskai (Kodim 0403/OKU), Kapten Caj Basuki (Dam II/Swj), dan Kapten Cpl Triyono (Dam II/Swj).

Sebelum menuju lokasi kegiatan, Tim Penyuluh Karhutla melaksanakan briefing pada pukul 08.15 WIB. Briefing dipimpin langsung oleh Kolonel Pom Binsar Simorangkir sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi, membagi tugas, serta memastikan kesiapan personel dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Usai briefing, sekitar pukul 09.30 WIB tim bergerak menuju Desa Sepancar, Kecamatan Baturaja Timur. Tim tiba di desa tersebut sekitar pukul 10.30 WIB dan disambut oleh Babinsa Desa Sepancar yang selanjutnya mendampingi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Penyuluhan kepada masyarakat dilaksanakan dengan memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, langkah-langkah pencegahan, serta dampak yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan. Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat, terutama akibat asap yang dapat mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran. Upaya pencegahan dinilai sangat penting karena penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Setelah kegiatan penyuluhan, Tim Penyuluh Karhutla melaksanakan istirahat, makan dan ibadah di Masjid At Taqwa. Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIB, kegiatan penyuluhan kembali dilanjutkan.

Pada sesi berikutnya, penyuluhan dilaksanakan secara interaktif melalui sesi tanya jawab antara Tim Penyuluh Karhutla dengan masyarakat. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan maupun kondisi yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Desa Sepancar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi lahan yang sebelumnya terbakar. Sekitar pukul 15.00 WIB, Tim Penyuluh bersama Babinsa Desa Sepancar Serka Ali Mahfudi dan masyarakat melaksanakan pengecekan kondisi lahan di lapangan.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kegiatan edukasi lapangan sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi area yang terdampak kebakaran. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga lahan dan lingkungan agar kejadian kebakaran tidak kembali terjadi.

Ketua Tim Penyuluh Karhutla TNI Wilayah Kodim 0403/OKU, Kolonel Pom Binsar Simorangkir, menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama. Menurutnya, masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam upaya pencegahan karena berada langsung di lingkungan dan wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.

“Upaya pencegahan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Apabila menemukan adanya potensi kebakaran, segera lakukan pelaporan agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Kolonel Pom Binsar Simorangkir.

Kegiatan penyuluhan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara aparat TNI dengan masyarakat. Dengan terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan setiap potensi Karhutla dapat diketahui dan ditangani lebih cepat sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut, Tim Penyuluh Karhutla TNI Wilayah Kodim 0403/OKU terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla. Edukasi secara langsung kepada masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus membangun kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. (Pendim-OKU)

No More Posts Available.

No more pages to load.