OKU Timur – Dalam upaya memastikan kondisi titik panas (hotspot) serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Babinsa Koramil 403-04/Belitang Kodim 0403/OKU melaksanakan ground check patroli darat terhadap titik koordinat yang terpantau satelit di wilayah Desa Trikarya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Babinsa Desa Trikarya, Koramil 403-04/Belitang, Koptu Totok Nurwanto, bersama satu orang perangkat desa dan dua orang masyarakat. Tim menggunakan tiga unit sepeda motor serta dilengkapi peralatan pendukung berupa GPS, peta dan perlengkapan lainnya.
Berdasarkan hasil pantauan satelit pada Jumat (4/9/2026) pukul 14.07 WIB, terdapat titik hotspot pada koordinat -4.18141, 104.75994 dan -4.18091, 104.76298, dengan tingkat kepercayaan (confidence) medium.
Setelah dilakukan penelusuran langsung ke lokasi berdasarkan titik koordinat tersebut, personel Koramil 403-04/Belitang berhasil menjangkau lokasi yang terindikasi hotspot. Hasil pengecekan menunjukkan tidak ditemukan titik api maupun api yang masih menyala, namun ditemukan bekas kebakaran lahan.
Dari hasil pendataan di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan seluas 3/4 hektare dan merupakan area perkebunan karet milik Bapak Marsudi. Kebakaran diperkirakan terjadi pada 4 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Kondisi api saat dilakukan pengecekan telah padam dan tidak ditemukan adanya penyebaran api ke area lainnya.
Lokasi lahan memiliki jenis tanah mineral dengan kondisi topografi datar dan vegetasi berupa perkebunan. Sementara itu, asal api atau penyebab terjadinya kebakaran masih belum diketahui.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama perangkat desa dan masyarakat juga melakukan koordinasi dengan aparat setempat sebagai langkah tindak lanjut. Pendataan dan dokumentasi kondisi lahan turut dilakukan sebagai bahan laporan serta pemantauan selanjutnya.
Kegiatan ground check ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan Karhutla di wilayah Kodim 0403/OKU. Melalui patroli dan pengecekan langsung di lapangan, setiap indikasi hotspot dapat segera diverifikasi sehingga potensi kebakaran yang lebih luas dapat dicegah.
Babinsa juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya pada lahan perkebunan dan area yang mudah terbakar, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan adanya tanda-tanda kebakaran. (Pendim-OKU)







