OKU – Babinsa Koramil 403-12/Baturaja Kodim 0403/OKU, Koptu A. Mujib, bersama masyarakat dan petugas pemadam kebakaran melaksanakan ground check dan patroli darat terhadap titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi pemantauan kebakaran, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut menyasar wilayah Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat satu titik hotspot yang terdeteksi melalui satelit SNPP pada koordinat sekitar 4°12’315″ LS dan 104°23’096″ BT.
Setibanya di lokasi, Babinsa Koptu A. Mujib bersama dua orang warga, Pak Mul dan Pak Giyo, serta didukung satu unit kendaraan Damkar, langsung melakukan pengecekan dan pencarian terhadap titik api yang terpantau.
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan area yang terdampak kebakaran dengan luas kurang lebih 0,8 hektare. Kondisi api saat dilakukan pengecekan sudah padam, dengan karakteristik lahan berupa tanah mineral dan topografi dataran. Sementara itu, asal api serta pemilik lahan masih belum diketahui.
Koptu A. Mujib mengatakan, kegiatan ground check tersebut merupakan langkah cepat untuk memastikan kondisi titik panas yang terpantau sekaligus mencegah potensi kebakaran kembali meluas.
“Kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah adanya informasi titik panas. Alhamdulillah, saat tiba di lokasi kondisi api sudah padam. Kami tetap melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, karena dapat menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” ujar Koptu A. Mujib.
Selain melakukan pemantauan dan memastikan kondisi titik api, Babinsa juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk pentingnya kewaspadaan terhadap potensi munculnya kembali titik api.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kodim 0403/OKU melalui jajaran Koramil untuk memperkuat pemantauan wilayah dan melakukan respons cepat terhadap setiap informasi hotspot, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dari ancaman Karhutla.
Dengan sinergi antara TNI, petugas Damkar dan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat segera diketahui, ditangani, serta dicegah agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. (Pendim-OKU)







