OKU – Dandim 0403/OKU Letkol Arh Yusuf Winarno. S.Sos, M.Han bersama Ketua Persit KCK Cab. XXXVIII Dim 0403/OKU Ny. Shindy Yusuf menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten OKU dalam rangka HUT Ke-115 Kab. OKU tahun 2025 bertempat di Gedung Kesenian Jl. Dr. M. Hatta Bakung Kelurahan Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selasa (29/07/2025)
Hadir dalam kegiatan HUT Kab. OKU, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru SH.MM, Wakil Bupati OKU Ir H. Marjito Bachri, Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie, S.E., M.M, Wakil Asisten Personil Kasdam II/Swj Letkol Inf Harri Feriawan Rumawatine, Dandim 0403/OKU Letkol Arh Yusuf Winarno. S.Sos. M.Han, Bupati OKU H.Teddy Meilwansyah, S.STP, MM,M.Pd, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P, Kepala Pengadilan Negeri Baturaja Elvin Adrian, SH., MH, Ketua DPRD OKU Sahril Elmi, Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja Rudhy Parhusip, SH., MH, Ketua Pengadilan Agama Baturaja Roslinda, S.Ag., M.H., Dan Dodiklatpur Rindam II/Swj Letkol Inf Widiantoro, Wakil Bupati Muaradua Enim Hj. Sumarni, M.Si, Serta dihadiri oleh Para OPD Prov. Sumsel, perwakilan setiap Kabupaten/Kota Prov. Sumsel, Para OPD Pemkab OKU, dan masyarakat OKU.
Sambutan Bupati OKU Atas nama pimpinan DPRD dan pemerintahan Kab. OKU, mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sumsel, 115 tahun bukan sekadar angka. 115 tahun mewakili lintasan nan panjang perjalanan OKU dari sebuah tempat menjadi kabupaten seperti sekarang.
115 tahun menjadi saksi biru dinamika masyarakatnya yang punya berbagai aspirasi tentang OKU yang tak selalu sama tapi tetap menganyam kebersamaan.
115 tahun menjadi penanda adanya tantangan untuk menyegarkan dan memperbaharui OKU seiring perkembangan kewilayahan, teknologi dan aspirasi masyarakatnya. 115 tahun akan sekadar angka jika tak dijadikan sebagai momentum untuk mewujudkan OKU sebagai kabupaten yang nyaman bagi seluruh penduduknya. 115 tahun akan sekedar angka jika tak dijadikan sebagai pelenting untuk mewujudkan OKU sebagai Kabupaten yang melayani dan memfasilitasi seluruh masyarakatnya mewujudkan peri kehidupan yang adil dan sejahtera lahir batin.
OKU yang sejahtera, nyaman dan religius menjadi pelabuhan tujuan kita bersama. Untuk itu, kita perlu menyiapkan kapal yang mampu berakselerasi dengan cepat, kokoh mengarungi badai dan cepat beradaptasi ketika dihadang batu karang. Kapal yang andal tak ada artinya jika nahkoda, awak dan penumpangnya lebih sibuk berselisih hal tentang berbagai hal, lebih sibuk memperlebar perbedaan dan lebih senang menggarami luka.
Di hari jadi OKU ke 115 ini, saya memohon maaf jika lima tahun pertama menjadi nahkoda belum mampu memenuhi harapan seluruh warga OKU. Saya memohon maaf jika pilihan kebijakan dan atau perilaku saya menimbulkan ketidaknyamanan dan atau perasaan tak suka. Saya tak ingin menggunakan ungkapan ‘manusia tempatnya salah’ untuk membenarkan ketidakmampuan dan perilaku saya yang tak berkenan di hati masyarakat OKU. Sebagai pejabat publik, saya sudah semestinya memahami konsekuensi – konsekuensi yang mungkin timbul. Tapi, tak ada niatan sedikitpun untuk menyusahkan dan atau merugikan segenap masyarakat OKU.
izinkan saya berterus terang. Perjalanan ke depan jauh dari kata mudah. Kondisi ekonomi dan politik global semakin ditandai ketidakpastian yang kian tinggi. Sebuah sengketa kecil di negara nan jauh, dampaknya bisa sangat besar kita rasakan di sini. Perjalanan kita ke depan ditandai oleh semakin tingginya aspirasi masyarakat dan cukup terbatasnya kapasitas pemerintah daerah. Kita harus pandai-pandai mengarahkan kapal agar bisa memanfaatkan ombak yang tinggi untuk mempercepat perjalanan.
Tantangan ke depan kian menegaskan perlu dan pentingnya kebersamaan dan kesepahaman.
Ini akan menjadi modal sosial agar OKU jadi Kabupaten lebih tangkas, lebih adaptasi dan lebih berdaya saing. Kebersamaan itu bukan sekadar pada tatanan proses, tapi juga pada hasilnya. Pembangunan OKU dari, oleh dan untuk seluruh penduduk OKU. Kita berjalan beriringan, memperluas kerjasama dan kolaborasi dan pada akhirnya berbagi kebahagian dan keselamatan dunia dan akhirat.
115 tahun sudah OKU mengarungi berbagai dinamika sosial, ekonomi dan politik. Kita ingin satu abad kemudian OKU tetap hadir dan menjadi wadah yang unggul dan memfasilitasi seluruh warganya memberi makna pada penghidupan bersama di bumi sebimbing sekundang yang kita cintai ini. Semoga Allah Yang Maha Esa meridhoi dan mengabulkannya. Aamiin, Aamiin Ya Rabbal alamin.
(Pendim OKU)






